Coretan BoWo Coretan BoWo Coretan BoWo: Konsep Umum Sistem Pakar

Monday, March 11, 2013

Konsep Umum Sistem Pakar

Pengetahuan yang dimiliki sistem pakar direpresentasikan dalam beberapa cara. Salah satu metode yang paling umum digunakan adalah tipe rules menggunakan format IF THEN. Banyak pendekatan berbasis pengetahuan (knowledge approach) untuk membangun sistem pakar telah mematahkan pendekatan awal yang digunakan pada sekitar tahun 1950-an dan 1960-an yang menggunakan teknik penalaran (reasoning) yang tidak mengandalkan pengetahuan. 

Pengetahuan tidak tertulis yang dimiliki oleh seorang pakar harus diekstraksi melalui wawancara secara ekstensif oleh knowledge engineer. Proses pengembangan sistem pakar yang berhubungan dengan perolehan pengetahuan dari pakar maupun sumber lain dan kodingnya disebut sebagai knowledge engineering yang dilaksanakan oleh knowledge engineer. Tahapan pengembangan sistem pakar secara umum adalah sebagai berikut:


Tahap awal, knowledge engineer melakukan diskusi dengan pakar untuk mengumpulkan pengetahuan yang dimiliki pakar yang bersangkutan. Tahap ini serupa dengan proses diskusi persyaratan/kebutuhan yang dilakukan system engineer pada sistem konvensional dengan kliennya. Setelah itu knowledge engineer melakukan koding pengetahuan secara eksplisit ke dalam knowledge base. Pakar kemudian mengevaluasi sistem pakar dan memberikan kritik. Proses ini berlangsung secara iteratif hingga dinilai sesuai oleh pakar.

Sistem pakar umumnya dirancang dengan cara yang berbeda dengan sistem konvensional lain, terutama karena masalah yang dihadapi umumnya tidak memiliki solusi algoritmik dan bergantung pada inferensi untuk mendapatkan solusi yang terbaik yang paling mungkin (reasonable). Oleh karena itu sistem pakar harus mampu menjelaskan inferensi yang dilakukannya sehingga hasil yang diperoleh dapat diperiksa. 

Explanation facility (fasilitas untuk menjelaskan) merupakan bagian terintegrasi dari sebuah sistem pakar. Sebuah explanationfacility yang detail dirancang untuk memungkinkan user mengeksplorasi rules melalui tipe pertanyaan “what if” yang disebut hypothetical reasoning dan bahkan menerjemahkan natural language ke dalam rules.

Beberapa sistem pakar bahkan mampu belajar membentuk rules (learn rules by example) dengan cara induksi (rule induction) dari Tabel data. Memformalisasi pengetahuan pakar ke dalam rules tidaklah sederhana, terutama jika pengetahuan tersebut belum pernah disusun secara sistematik sebelumnya. Mungkin terjadi masalah-masalah seperti inkonsistensi, ambiguitas dan duplikasi. Seorang pakar juga mengetahui batas pengetahuan yang mereka miliki dan membatasi saran yang mereka berikan.
tanda tangan

Ditulis Oleh : Coretan BoWo ~ Berbagi ilmu

Christian angkouw Terimakasih telah membaca artikel tentang : Konsep Umum Sistem Pakar . Semoga dapat memberikan hal yang positif bagi anda.

:: Coretan BoWo ::

Note :
~ Berikanlah komentar dengan kata-kata yang baik dan sopan.
~ Dilarang mencantumkan link yang berbau negatif.