Coretan BoWo Coretan BoWo Coretan BoWo: Batik Berbahan Kulit Jengkol

Wednesday, October 30, 2013

Batik Berbahan Kulit Jengkol

Saat melancong ke Cirebon, batik jadi salah satu oleh-oleh yang harus dibeli. Kota Udang ini punya batik yang tak biasa, yakni terbuat dari kulit jengkol. Seperti apa ya?

Sebagian besar traveler tentu kenal dengan batik dari Trusmi, kampung batik yang terkenal di Cirebon. Tak hanya Trusmi, Kampung Batik Ciwaringin juga bisa menjadi pilihan. Di sinilah Anda bisa menemukan aneka batik unik dan tak biasa. Saat detikTravel beserta rombongan Santika Hotels & Resorts berkunjung ke Desa Ciwaringin, Kamis (24/10/2013), suasana cukup sepi. Jalan masuk menuju salah satu kawasan sentra batik Cirebon itu hanya muat dilalui dua motor. Dari depan, beberapa toko batik sudah terlihat di dalam rumah penduduk. Semua pemilik toko merupakan sang perajin.
Terdapat sekitar 40 perajin di Kampung Batik Ciwaringin, yang kini dibina oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa. Di kampung ini, traveler bisa melihat proses pembuatan batik-batik tersebut. Dalam prosesnya, batik dibuat menggunakan canting besar dan tanpa melalui sketsa terlebih dulu. Jadi langsung digambar di atas kain tanpa sketsa. Untuk pewarnaan, batik unggulan di desa ini diwarnai dengan beragam tumbuhan, seperti daun mangga, kulit mahoni, tembakau, kulit pohon indigo, hingga kulit jengkol. Motif batik yang diwarnai dengan kulit jengkol akan berwarna kecokelat-cokelatan.

Bahan-bahan tersebut direbus terlebih dahulu selama 4 jam memakai 10 liter air hingga menyusut 6 liter. Air itulah yang akan menghasilkan warna kain batik. Warna yang dihasilkan dengan bahan alami tampak pucat berbeda dengan sistem sintesis.
Harga untuk batik dengan pewarna alami lebih mahal, berkisar antara Rp 300-500 ribu. Sedangkan yang menggunakan sistem sintesis dibanderol sekitar Rp 125 ribu. Harga tersebut masih bisa kurang bila Anda pintar tawar-menawar.

Sedikit sejarah mengenai batik Ciwaringin. Batik ini sebenarnya sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Awalnya pola batik khas di Ciwaringin diajari oleh para santri dari pesantren Jawa Timur. Maka dari itu, motif-motifnya tidak jauh dari lasem atau daun-daunan. Kemudian batik di kampung Ciwaringin sempat vakum selama lebih dari sepuluh tahun. Mulai berkembang lagi semenjak dibina oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa di 2010. Kini para pengrajin batik di Ciwaringin tidak perlu bergantung pada orang lain untuk menjual hasil usahanya. Mereka sudah bisa menjual batik yang dibuatnya sendiri secara langsung atau melalui internet. Kampung Batik Ciwaringin terletak di Blok Kepong Gedang, Desa Ciwaringin, Cirebon. Sumber detik.com
tanda tangan

Ditulis Oleh : Coretan BoWo ~ Berbagi ilmu

Christian angkouw Terimakasih telah membaca artikel tentang : Batik Berbahan Kulit Jengkol . Semoga dapat memberikan hal yang positif bagi anda.

:: Coretan BoWo ::

1 komentar:

wah kok bisa yah, keren banget dong batiknya...nais inpoh sob

Note :
~ Berikanlah komentar dengan kata-kata yang baik dan sopan.
~ Dilarang mencantumkan link yang berbau negatif.